photo hhhhhhhhiii_zps9dd37855.jpeg" />  photo hhdrhhdhdrhdh_zps2794a59b.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />
Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Agustus 2016

Selvi Tridayani : Masya Allah Dakwah

(Sumber : Google Image Dakwah)

Buah Dakwah...
Tak bisa dipungkiri ,peningkatan kesadaran masyarakat terhadap syariah dan khilafah merupakan hasil dari dakwah yang berkembang ditengah-tengah mereka. Ini menunjukkan dakwah itu hidup dan sampai kepada sasaran sehingga masyarakat bisa menentukan sendiri mana yang benar dan mana yang salah. 
 
Meski syariah dan khilafah banyak dipersepsikan negatif oleh kaum liberal, ternyata masyarakat tidak terlalu peduli dengan hal itu. Soalnya, fakta di lapangan malah menunjukkan yang tidak syariah justru gagal mengatasi masalah. Ibarat pepatah, anjing menggonggong kafilah berlalu. Masyarakat akan tetap memilih yang benar, itulah dasyatnya dakwah.
meski sebagian orang mencemoohkan para dai dan pengemban dakwah dengan perkataan,"cuma ngomong tanpa action"Kurang lebihnya seeh!! "OMDO Alias omong doang tanpa berbuat"nyatanya hasilnya bisa mengubah persepsi secara dalam. Bayangkan jika tidak ada yang ngomong tentang syariah dan khilafah bagaimana jadinya umat? Mungkin mereka akan menjadi bebek-bebek alias pengikut kalangan liberal...

MasyaAllah, sungguh dakwah adalah cinta yang amat dicintai oleh para pejuang dan para pengemban dakwah yang tulus dan ikhlas dalam berdakwah. Dakwah membawa rahmat bagi pengembannya. Teriknya mentari dikota emas pertanda bahwa cuaca hari begitu panas dan sesekali keringat menetes dari ari-ari kebumi Allah. Tiba-tiba ukhti teringat dengan nasehat murabbi begitu santun dalam tutur katanya, begitu sederhana dalam bersikap dan begitu cerdas dalam berpikir. Baiklah ikhwafillah saat ini alhanin ingin mengingat kita semua dan tentunya peringatan ini terkhusus untuk alhanin masih memiliki kesalahan sana-sini yang disadur dari hal pertemuan pekanan.

Mungkin selama ini kita pernah melalukan kesalahan, mungkin selama kita ini pernah menyakiti, mungkin selama ini pernah menghina, mungkin selama ini kita pernah melalaikan amanah, mungkin selama ini kita pernah membantu meringan beban sesame makhluk Allah, mungkin selama ini kita pernah menafkah harta kita, mungkin selama ini kita mendidik atau berbagi ilmu dengan ikhlas maupun tidak.

Ikhwafillah percayalah apapun yang kita lakukan baik bersifat negative maupun positif pasti Allah balas karena Allah punya cara untuk membalas apa yang kerja atau lakukan dibuminya. Bukan bumi dan seisinya semua dalam remot controlNya maka dari itu berhati-hatilah kita bersikap, berhati-hatilah kita bertutur kata, dan berhati-hatilah kita bertindak. Jangan sampai kehadarian kita dibumi Allah hanya untuk menyakiti atau menghina makhluk yang lain. Bukan kah kita tahu tidak makhluk yang sempurna selain RasullahNya. Namun bagi kita pernah disakiti oleh makhlukNya jangan pernah untuk membalas dengan keburukan, jangan pernah membalas hal yang tidak dicintai Allah. Pasrahlah kepada Allah karena Dia yang pantas membalas bukan kita

Mari ingati lagi kalimat ini “Anti ada 2 hal yang harus kita lupakan dalam hidup kita“Kesalahan yang orang lain perbuat pada diri kita, dan kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain, dan ada 2 hal yang harus kita ingat dalam hidup kita, kesalahan yang kita lakukan kepada orang lain, serta kebaikan yang orang lain lakukan untuk kita.” ..”Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh…” (QS. Al A’raaf [7] ; 199)

Bagi kita mungkin selama hidup ini banyak melakukan kesalahan, kejahatan atau menyakiti sebaiknya mari kita taubat untuk mohon ampun padaNya. Jika kita masih tidak mau mohon ampun apalagi minta maaf pada orang yang pernah sakiti. Bersiap-siaplah dengan sikap kita, bukankah janji Allah sangat benar “bahwa siapa melakukan kejahat maka kejahatan untuk dirinya sendiri”, ingatlah ikhwafillah Allah punya cara sendiri untuk membalas perbuatan kita. Begitu banyak contoh kita lihat dilingkunga kita bagaimana Allah membalas kejahatan dengan cara yang tak pernah terpikirkan. bahkan dengan yang tidak wajar dan jangan sampai kita membawa kejahatan tersebut hingga meninggal, “Nauzubillah Minzaliq”

Begitupun bagi kita yang selalu menabur kebaikan, Allah juga punya sejuta cara untuk membalas kebaikan kita, untuk itu bagi ikhwafillah tetaplah menabur kebaikan jangan pernah merasa penat, lelah, bosan dan meminta pujian dari MakhlukNya. Cukup Allah membalas kebaikan kita lakukan dan percaya kebaikan kita lakukan akan Allah balas dengan cara yang tidak pernah kita pikirkan selama ini. Insyallah apapun kebaikan kita lakukan segara Allah balas. Jika kebaikan belum di balas maka bersabar insyallah kebaikan kita akan menjadi pemberat timbangan kita di Yaumil Akhir.semoga kehadiran kita di bumiNya menjadi Rahmatan Lilalamin, Allahuma Amin

Maka berhati-hatilah kita bersikap, berhati-hatilah kita berkata, berhati-hati kita bertindaK, dan berhati-hatilah kita berinteraksi. Jangan kita mendapat balas yang tidak diinginkan.

Allah tak pernah lalai melihat hambaNya, usap lembutnya kadang berupa tawa kadang berupa cucuran air mata. Ia hanya minta kita bersabar kala usapanNya menguji kita dan minta kita bersikap bersyukur ketika sapaanNya berupa kenikmatan. Semoga Allah selalu usap kelembutan hari-hari kita. Aamiin

Biodata Penulis

Nama selvi tridayani, tinggal di jalan hasanudin duri, riau. Saat ini dia berkuliah semester akhir di kampus STAI HUBULWHATAN DURI, RIAU. Hobi utamanya adalah menulis, trainer dan menjadi aktivis sosial. Selvi Tridayani

Rabu, 21 Oktober 2015

Buruh Perempuan Blokade Pintu Masuk Pabrik

RevoltNews. Jakarta,-Puluhan buruh perempuan Federasi PROGRESIF SGBN PTP SPS tepatnya Rabu 21 Oktober 2015, melakukan aksi di depan pabrik, tempat yang dulu mereka sempat bekerja selama berpuluh-puluh tahun. Aksi yang berlangsung seharian itu melayangkan tuntutan agar Pihak perusahaan segera membayar atau memberikan hak-hak buruh sesuai dengan keputusan MA.

Dari pagi sampai dipenghujung hari pihak perusahaan belum membukakan gerbang untuk berkomunikasi dengan buruh secara baik-baik. hingga dengan dibantu pihak kepolisian sebagai mediator pertemuan buruh dan pihak perusahaan pun berlangsung, walau hasil yang didapatkan tidak juga mengarah pada tujuan utama.


Buruh yang semuanya ibu rumah tangga ini melakukan koordinasi setelah aksi mengingat pihak perusahaan belum memperlihatkan itikad baiknya untuk memenuhi putusan MA tersebut. Rencana aksi akan di lanjutkan minggu depannya tepat dikediaman pemilik perusahaan. 

Editor : L

Kamis, 08 Oktober 2015

PRT Desak DPR Segera Sahkan RUU Perlindungan PRT

Sekitar 40 pekerja rumah tangga (PRT) berdemo di depan DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta. Mereka menuntut agar DPR segera mengesahkan RUU Perlindungan PRT yang sudah bertahun-tahun tertunda pengesahannya.

Massa yang berasal dari PRT dan buruh migran ini berorasi dan berteatrikal di depan pintu gerbang DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/10/2014). Mereka membawa replika toilet dan sapu raksasa yang terbuat dari styrofoam. Di replika toilet tersebut terdapat tulisan  “Kado pelantikan DPR baru periode 2014-2019. Stop Perbudakan terhadap PRT”.

Salah satu perwakilan pendemo dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Anis Simanjuntak, mengatakan demo ini untuk mendesak DPR agar segera mengesahkan RUU yang bisa membuat kehidupan para PRT lebih baik dan layak. Dengan disahkannya RUU ini, menurut Anis, PRT akan mendapat jaminan dan perlindungan yang berkekuatan hukum.

Sumber Jala PRT
“Tolong segera sahkan RUU perlindungan PRT. Kami ingin disamakan dengan pekerja-pekerja lainnya seperti ada hari libur dan ada tunjangan, kerena kalau tidak ada PRT kan semua bakal repot,” ucapnya di tengah suara  massa PRT.
Selain itu para pendemo juga membawa atribut rumah tangga seperti sapu, panci dan penggorengan.  Mereka memukul-mukul alat masak tersebut sambil berteriak “Sahkan RUU Perlindungan PRT’. Ada juga yang melakukan aksi teatrikal menyapu jalanan di depan gerbang DPR.

Saat ini massa yang mengenakan kaos putih dan ikat kepala dari lap itu masih mendengarkan orasi rekannya. Polisi juga terlihat berjaga sambil mengatur lalu lintas.
Dalam demo kali ini mereka membawa 3 tuntutan, yaitu:

  1. DPR RI segera membahas dan menyelesaikan RUU Pelindungan PRT dan mengesahkannya sebagai UU Perlindungan PRT. 
  2. Pemerintah dan DPR RI harus merevisi UU No 39/2004 tentang PPTKILM dengan berdasarkan Konferensi PBB 1990 tentang perlindungan hak buruh migran dan anggota keluarganya dan Konferensi ILO No 189 tentang PRT. 
  3. DPR dan Pemerintah RI harus segera meratifikasi konferensi ILO No 189 tentang situasi kerja layak PRT.