photo hhhhhhhhiii_zps9dd37855.jpeg" />  photo hhdrhhdhdrhdh_zps2794a59b.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Desember 2015

Cerpen : Jeruk Kok Makan Jeruk Sih ?

Sumber Foto : facebook.com

Jeruk Kok Makan Jeruk sich ?

SMA 02 Kendari adalah salah satu sekolah terfavorit yang diincar para siswa-siswi. Tapi, semenjak Isu yang  beredar dikalangan siswa, SMA 02 Kendari mengalami penurunan drastis. Dengan penurunan yang mencapai 65% , siswa banyak yang bermutasi. 

Idul  adalah salah satu murid SMA 02 Kendari yang mengidap  penyakit HIV Aids. Dahulu, sebelum terkena HIV Aids hidupnya bagaikan surga.Mempunyai anggota keluarga yang lengkap dan harmonis.Idul adalah putra tunggal dari pasangan Suryono dan Gita. Ia terkenal di sekolah. Stylenya selalu berubah-ubah. Mulai dari model Korea, Jepang, maupun Perancis. Para siswi-siswi banyak yang mengagumi dan jatuh hati padanya. Namun, ada salah satu siswa bernama Riki sangat menyukai Idul. Hampir sekitar 4 bulan Idul mengenali sekaligus berteman dengan Riki. 

Riki yang berjenis kelamin ganda sangat mengharapkan Idul menjadi miliknya. Bahkan ia berencana untuk menjadikannya sepasang Suami kelak nanti. Sementara Idul, adalah laki-laki Tulen. Idul yang saat itu bertugas untuk membawa tumpukkan buku dan meletakkannya diperpustakaan. Tanpa sengaja ia bertemu dengan seorang gadis jelita diperpustakaan. Gadis tersebut bernama Laura. Laura yang berdarah ningrat berhasil membuat Idul menjadi  klepek-klepek tak berdaya. Alhasil, Idul mendekati Laura dengan strategi simple yaitu basa-basi. Kemudian dilanjutkan dengan meminta nomor handphone gadis itu. Setelah beberapa hari Idul contek-contekan sama Laura akhirnya mereka berdua jadian. Riki sekaligus best friend Idul menganggap Idul udah tidak mau lagi  berteman dengan dirinya. Riki merasa 
Jeolousy kepada Laura yang penampilannya sangat perfect dikalangan para siswi-siswi. 
Malam minggu pun tiba. Laura mengajak Idul untuk nge-date di tengah gemerlap malam yang indah. Idul menancap gas motornya dan meluncur kerumah Laura. Didepan rumahnya, Laura sudah bersiap menunggu Idul datang. Laura dengan nyaman memegang pinggang Idul yang sedang mengendarai motornya. Perjalanan yang begitu menyenangkan membuat hati kedua insan menjadi  bahagia. Laura lagi-lagi mengajak Idul ke diskotik. Tapi, Idul menolak dengan alasan “Gue ngga mau kalau elo mabuk-mabukkan, berdansa bersama orang murahan, dan yang terakhir kata nyokap bokap gue jika gue berani-berani melakukan hal semacam itu, gue akan dicincang dan bakal menyesal seumur hidup Gue.” Idul menjelaskan panjang lebar dan Laura akhirnya mengerti.

Setahun pun berlalu. Status hubungan mereka masih pacaran. Laura dan Idul semakin lengket seperti romeo and Juliet. Hingga  masuk kelas XII semester 1 Laura tiba-tiba memutuskan idul secara sepihak. Idul yang tidak tahu menahu mengapa Laura memutuskannya. Ia berusaha mencari penjelasan tapi Laura bungkam dan tak bisa berkata-kata. Idul bingung,  tapi ia tak pantang menyerah. Ia dengan nekatnya menemui Laura yang sedang duduk manis ditaman belakang sekolah bersama seorang cewek berlagak tomboy. Idul menghampiri Laura, ‘’Laura, kenapa kamu begitu? Kenapa kamu memutuskan aku secara sepihak di hari jadian kita?”. Pertanyaan yang dilontarkannya bertubi-tubi membuat Laura menangis dengan air mata bersalah. Idul kembali bingung, sementara cewek tomboy yang berada disamping Laura berusaha menenangkannya. “Hey mau loe ap? Loe udah bikin nangis sahabat gue. Kaga usah munafik deh Loe., Apa gue harus teriak dengan ngomong Laura sekarang udah putus sama Idul..,” Tegas Cewek tomboy bernama Mira.Idul meninggalkan Laura dengan emosi yang tak bisa diluapkan. Ia mencari sahabatnya Riki yang saat itu sedang duduk  santai dibawah pohon mangga. Riki melihat sahabatnya dengan kesedihan bercampur kegalauan. “kenapa bro? any problem?” Tanya Riki.

Idul bingung menjelaskan kepada Riki tentang masalah yang menimpanya. 
Rik, gue pulang duluan,.” Ucap Riki.
Loe bolos ya? Baru kali ini gue ngelihat loe bolos.” Herannya.
Idul tak menghiraukan omongan dari sahabatnya. Ia buru-buru mengambil tas didalam kelas dan menuju ketempat parkiran untuk mengambil motornya. Tancapan gas darinya membuat siswa-siswi kaget. Idul memutuskan untuk pulang kerumahnya. Sebelum pulang Idul singgah kepantai untuk menenangkan dirinya sejenak. Waktu tak terasa berlalu hingga malam pun tiba. Idul bergegas untuk pulang kerumah. Sesampai dirumah kedua orang tuanya sedang cekcok. Idul kaget dan tak sengaja  mendengar percakapan  bahwa kedua orang tuanya akan bercerai. Hatinya sangat hancur dan tanpa pikir panjang Ia menghampiri kedua orang tuanya.
“Mama, Papa, apakah benar kalian berdua akan bercerai dan meninggalkan Idul sendirian?” Tanyanya.
“Iya nak. Maafkan Mama dan Papa, Mama ngga tahan lagi sama kelakuan Papa kamu yang tiap kali main perempuan melulu.”Kata Mamanya.
Betul pa? Papa sering mainin perempuan? Jelas-jelas Mama itu istri sahnya Papa dan aku anak darah daging kalian berdua.”Tanyanya.
Iya memang. Papa akhir-akhir ini sering bergaul sama wanita lain dan gara-gara Mamamu yang selingkuh dibelakang Papa.”Membela dirinya.
Idul bimbang mana yang salah dan mana yang benar. Hingga meninggalkan kedua orang tuanya dengan situasi perseteruan. Lagi-lagi Idul menancapkan gas motornya dengan kecepatan 180 km/jam. Diperjalanan Idul menghubungi Riki,
“Rik, Elo dimana sekarang?”. Tanya Idul.
Gue sekarang ada di Bar Lorenza.
Tunggu Gue ya, Gue akan kesitu.” Sambil menutup telepon.

Idul akhirnya sampai di Bar Lorenza. Suasana di tempat itu sangat ramai. Pelanggan yang datang kebanyakan sesama pria tampan. Ia menceritakan kisahnya yang barusan terjadi kepada saabatnya. Mulai dari Laura yang memutuskannya secara sepihak sampai dengan Kedua orang tuanya akan bercerai. Riki sangat terharu mendengarnya dan berusaha menenangkan Idul dengan berbagai macam Motivasi. Setiap lontaran yang diucapkan Riki, Idul menganggap bahwa Riki adalah satu-satu sahabat yang mengerti arti hidupnya. Idul sangat stress dengan tekanan jiwa yang tak maksimal sehingga ia meminum segelas wine yang telah disediakan oleh Riki. Tanpa sadar diseblahnya ada seorang lelaki tampan yang mencoba  menggoda Idul dengan tatapan mesranya. Idul terkejut dan menghindar dari godaan lelaki tampan. Disaat itu idul mencari seluk beluk kamar mandi tapi ia tidak menemukannya. Tiba-tiba sudut pandangannya tertuju kepada 2 orang lelaki tampan yang sedang melakukan kissing. Idul kelihatan shock dan bulu kuduknya pun merinding melihat hal itu. Ia buru-buru keluar dari Bar. Riki yang melihat Idul lari dengan tergesa-gesa memanggilnya.

“Dul, ada pa? kenapa Loe lari?.” Tanyanya penasaran.
“ Loe udeh gile ape. Loe kerja ditempat murahan seperti ini, mana Pelanggan loe kebanyakan Homo lagi. Atau Loe juga ikut-ikutan homo?.” Ucapnya.
Riki yang tak bisa berkata-kata tak menggubris omongan dan meninggalkan Idul.

Hari pun semakin berlalu, Idul bergegas kesekolah. Tapi suasana sekolah sangat berbeda dengan hari sebelumnya. Video “Jeruk makan Jeruk” alias hubungan sesama jenis yang sempat mengegerkan satu sekolah menjadi tranding topic dikalangan siswa-siswi SMA 02 Kendari menyebar seperti kumpulan kapuk yang berterbangan diangkasa. Video sexi yang diperankan oleh Laura bersama cewek tomboy bernama Mira dan Riki bersama cowok tampan kini beredar. Siswa-siswi menonton dengan serius tanpa ekspresi. Salah satu siswa sangat bergairah melihat video tersebut. Sementara Idul merenung dibawah pohon ketapang meratapi nasibnya yang sangat menyedihkan. Kisah yang pernah terjadi masih terbayang di pikiran dan benaknya. Riki mengagetkan sahabatnya, dan Ia tersadar dari lamunanya. 

Hey bro, Loe ngelamun lagi…” Mengejutkan Idul.
Hmpttt., gue pengen kembali ke masa gue dulu. Gue ngga mau begini terus, Gue merasa kehilangan setengah dari kehidupan gue. Gue streeessssss bingiiiiitttzzz sob…”Jawabnya.
“Yaudehh.., tenang sob. “ Menenangkan sahabatnya.
MMS Video  berdering ke handphone Idul. Idul membuka MMS Video dan penasaran siapa yang mengirim MMS tersebut. Idul terkejut melihat MMS Video berisikan Video yang tidak layak dinonton. Riki yang ada disamping Idul sangat malu melihat videonya tersebar.  Idul pun tak bisa berkata-kata hingga idul menghindari Riki selama satu minggu.

Citra sekolah SMA 02 Kendari kini tercoreng di mata masyarakat sekitar. Hingga pihak Sekolah mengeluarkan Laura, Mira, dan Riki dari sekolah. Tanpa sepengetahuan Idul ternyata cewek yang pernah menjadi bagian dari hidupnya selama setahun lamanya  adalah seorang Lesbi dan sahabatnya sendiri yang mengerti suka dukanya  adalah seorang Homo. Idul yang tak punya siapa-siapa lagi akhirnya pasrah. Kedua orang tuanya telah meninggalkan dirinya dengan menyisahkan harta kekayaan yang berlimpah dan diasuh oleh seorang pembantu yang tinggal menetap dirumah Idul. Sedangkan mantan kekasih dan Sahabatnya telah menghianati dirinya. Hati Idul semakin hancur lebur. Ia memutuskan untuk bunuh diri tapi rencananya gagal. Gemerlap bintang menghiasi suasana malam yang indah meskipun hatinya hancur tapi Ia tak pantang menyerah. 

6 bulan pun berlalu, setelah kejadian itu Idul terpaksa berhenti untuk bersekolah. Ia akhirnya terjerat dunia malam bersama sahabatnya Riki. Idul yang pernah membenci Riki akhirnya memaafkan Riki. Menghabiskan waktu bersama sahabatnya. Hingga Idul pernah melakukan hubungan intim bersama Riki dan mengonsumsi Narkoba. Hidup Idul tak berarti lagi. Jam, menit, dan detik pun berlalu setelah sekian lama Idul melakukan hal yang menurut agama adalah perbuatan dosa akhirnya ia baru sadar bahwa dirinya mengidap penyakit  HIV Aids. Penyakit yang tak bisa disembuhkan dan penyakit langkah diseluruh dunia. Idul yang malang menghabiskan waktunya di tempat rehabilitasi.

di Kirim Melalui lpmredline@gmail.com
Nani Rahayu

Selasa, 09 Desember 2014

Asal Muasal kata “Heleng”



Asal Muasal kata “Heleng”
Oleh: Mammank (Dewan Reporter Pa’helengan Resource Tim)
(tulisan ini mengandung beberapa cerita dan informasi fiktiv belaka/heleng, semua ini hanya menjadi bahan pelatihan penulisan dan berpikir imajinatif yang setidaknya mengundang tawa dari para pembaca)
Peradaban dunia semakin berkembang dan maju seiring dengan waktu yang juga tak pernah berhenti berputar walau hanya sejenak. Mulai dari teknologi, ilmu pengetahuan, budaya, paradigma, sampai pada tata bahasa yang mulai melahirkan istilah-istilah baru. Indonesia dalam keragaman bahasanya memberikan keunikan tersendiri dalam bertutur kata dari setiap orang dengan budaya dan bahasa masing-masing. Bahasa di Indonesia menjadi pertanda tersendiri seseorang itu darimana atau berasal dari mana. Bahasa dan logat adalah satu kesatuan yang tidak bisa di cerai beraikan. maka dari itu selain bahasa, logat juga merupakan salah satu hal yang begitu penting untuk menunjukkan identitas diri, lebih spesifiknya lagi kita berasal darimana.
Berbicara soal bahasa pastinya tidak terlepas dari perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, budaya dan lain-lain seperti yang di sebutkan tadi, Dan juga berbicara tentang sesuatu yang ada saat ini pastinya tidak terlepas juga dari yang namanya asal muasal sesuatu itu (sejarahnya). Mengapresiasi keragaman bahasa dan perkembangan bahasa saat ini, pada tulisan kali ini saya akan lebih terfokus membahas tentang istilah-istilah yang lahir dengan sedemikian rupa dan makna. Dan untuk memperuncing lagi pembahasan, kita akan terfokus pada istilah “Perhelengan”. Istilah yang lahir dari kalangan pemuda Desa Batetangnga atau yang orang lebih kenalnya sebagai Kanang dengan beragam buah-buahannya dan berbagai macam tempat wisata alamnya.
Hampir di setiap hari kata “Heleng” ini akan anda temui atau dengar dari sela dialog yang terjadi di kalangan pemuda-pemuda tempat di mana lahirnya istilah ini. Sampai saat ini, dari tim peneliti istilah perhelengan (Pa’helengan Resource Tim) masih dalam proses pengumpulan data untuk mengupas lebih lengkap asal muasal istilah perhelengan. Pada dasarnya istilah ini tidak serta merta lahir begitu saja, namun pastinya ada faktor yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab musabab (latar belakang) lahirnya istilah ini. Dan itu juga yang menjadi objek kajian dan penelitian yang belum tuntas dari Pa’helengan Resource Tim hingga saat ini. Data dari beberapa narasumber menunjukkan bahwa istilah ini di peruntuhkan untuk seseorang yang tengah berbohong atau bercerita yang tidak benar. Setelah meneliti dari sudut kehidupan pemuda-pemuda yang berkeliaran di sudut desa batetangnga, bercengkrama dan berdialog bersama mereka akhirnya kami menemukan berbagai macam kejanggalan. Maksudnya cerita yang di berikan pemuda-pemuda tersebut serasa karangan atau dongengan yang bertujuan untuk mengelabui si lawan bicara atau dialog, tepatnya telah terjadi Pa’helengan. Dari kejadian itu kami akhirnya bisa memberikan keimpulan yang masih dalam penelitian berlanjut atau belum menjadi kesimpulan akhir. Yaitu istilah ini lahir dari sekelompok pemuda, yang dimana di antara pemuda itu ada satu orang atau tokoh yang yang menjadi sentral Pa’helengan yang di setiap harinya lebih banyak memberikan cerita yang tidak benar atau tapatnya “kebohongan”, sehingga kawan-kawannya memberikan istilah pada saat “ia” berbicara yaitu “HELENG”. Namun yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah kenapa harus kata Heleng dan maknanya seperti apa atau kesinambungan antara kata Bohong dan helem. Dalam kamus bahasa indonesia Helem dan Bohong adalah dua kata yang begitu jauh berbeda secara harfiah (abjad) maupun secara maknanya. Dimana kita ketahui bahwa Helem adalah kata benda dan Bohong adalah kata sifat. Maka dari itu kita akan meneliti dan mengkaji bersama-sama istilah Pa’helengan (pembohongan) ini. 
Secara defenitif yang di berikan pemuda-pemuda yang melahirkan istilah ini, Perhelengan berartiPembohongan, Pendustaan. Maknanya ialah orang yang sering berbohong atau bercerita yang tidak benar adanya, berarti dia sedang melakukan Perhelengan atau Mappa’heleng (perhelengan dalam bahasa Pattae’). Ketika kita merujuk pada tata bahasa pattae’ berarti kita akan mampu mengklasifikasikannya dari Pa’helengan yang berarti pembohongan, mappa’ heleng yang berarti membohongi. Secara tidak langsung kita akan mengetahui kata dasar dari Pa’helengan ataupun mappa’heleng yaitu heleng yang pada dasarnya dalam bahasa indonesia yang baku adalah helem, atau benda yang berpungsi untuk melindungi kepala bagi pengendara motor (secara harfiah dalam bahasa indonesia baku). Saya akan berikan contoh dialog dari tiga orang untuk kita bisa memahami kapan dan tepatnya dengan kondisi, nada, intonasi, serta ritme seperti apa kata atau istilah Heleng akan muncul dari sebuah percakapan atau dialog. Berikut contoh dialog dari si A, si B, dan si C. Dialog berawal dari cerita seru yang di tuturkan oleh si A yang baru pulang dari jakarta.
Si A: coyyy.... wattu diona jakarta, sitammuna ariel kujamai sitopi limanna, nabengan sitopa baju sola kase’ sidinna (Kaset CD).....
si B: ahhh.... tonganna  ???
 (tiba-tiba datang si C)
si C: hummm.... heleng.. heleng.... heleng.... (dengan sedikit sinis)
(Maaf kami hanya bisa menyajikan dalam bahasa Pattae’)
Setelah mengamati dialog di atas, kita pastinya sudah tahu kapan istilah Heleng ini akan muncul di sebuah dialog. Yaitu pada saat mendengarkan cerita dari salah seorang lawan bicara dengan cerita yang belum rill kebenarannya/faktanya.
            Dari sejarahnya, Heleng bukanlah kata atau istilah pertama yang menjadi julukan bagi seseorang yang biasa berbohong. Sebelumnya kita pasti pernah mendengar istilah “Maulana” (makkarang bomi Maulana), “passambo ulu”, “tai” dll. Dari beberapa istilah tadi yang mungkin masih banyak istilah sebelumnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Passambo ulu’ dan Tai bisa jadi menjadi cikal bakal atau embrio lahirnya istilah Heleng. Kembali secara defenitif dari kata Passambo ulu dan Tai, passambo ulu dalam bahasa Pattae berarti penutup kepala dan Tai yang berarti kotoran makhluk hidup. Tai di artikan sebagai kebohongan dan menutupi kepala atau Samboi ulu sebagai dalih ketidak percayaan. Untuk lebih jelasnya lagi kami akan sajikan kembali sebuah contoh percakapan atau dialog yang masih di perankan oleh si A, si B, dan si C.
si A: cooyyyy.... sitammu na ngena cewe’ lalan limbong lebok (permandian Biru, salah satu tempat wisata di kanang), ta’ masai na ia mara padoloi pilaku nomoro’ HP ku....
si B: aiisssss.... tala’ liu bom Tainna
si C: samboi ulummu pea.....!!!
            Merujuk pada kalimat dari si B,tala’ liu bom tainna yang bermakna Selalunya berbohong kepada si A yang belum jelas kevalidan ceritanya, dan menyambungkan dengan sahutan dari si C, samboi ulummu pea yang bernada perintah untuk segera menutup kepala sebagai dalih ketidak percayaan atas cerita dari si A.Ini sama halnya dengan dialog pada istilah perhelangan di atas, jadi yang berbeda hanyalah istilahnya namun maknanya sama saja. Sekarang kita akan meneliti dari setiap arti dan makna kata dari bahasa Indonesia, passambo ulu berarti penutup kepala yang artinya ketika ada yang berbohong atau tittai untuk menunjukkan sikap ketidak percayaan kita harus segera menutup kepala atau samboi ulu. Sekarang kembali ke pembahasan awal yaitu istilah Heleng, seperti yang telah di jelaskan di atas bahwa Heleng atau Helem dalam bahasa Indonesia yang berfungsi sebagai penutup kepala atau passambo ulu. Berarti benar bahwa makna dari kedua istilah yang berbeda ini adalah sama saja, namun karna pekembangan zaman yang mempengaruhi akhirnya peralihan kata yang awalnya passambo ulu berubah menjadi heleng yang lebih singkat. Jika memang benar Heleng adalah pembaharuan kata atau istilah dari Passambo ulu, berarti prediksi awal sudah tepat yaitu Passambo ulu adalah cikal bakal lahirnya istilah Heleng.
            Seperti yang saya katakan di atas, bahwa Istilah Heleng ini masih dalam proses pengkajian mendalam dan penelitian yang belum menemui hasil akhirnya. Maka oleh karna itu kami dari Pa’helengan Resource Tim hanya bisa menyajikan beberapa kajian singkat dan sedikit informasi tentang asal muasal dari istilah Pa’helengan atau Heleng. Semua itu karna kekurangan data dan ketakutan kami mewawancarai para narasumber yang kami anggap mempunyai andil dalam lahirnya istilah ini. Karena takut akan data yang di berikannya hanya sebuah kepalsuan belaka atau Heleng. Untuk lebih lanjutnya mari kita mendiskusikan bersma-sama tentang istilah Heleng ini. Namun tetap berhati-hati atau waspada akan diskusi yang berakhir menjadi Perhelangan.

Terima kasih.
P
enaniang, 01 Desember 2014