photo hhhhhhhhiii_zps9dd37855.jpeg" />  photo hhdrhhdhdrhdh_zps2794a59b.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />  photo 565465645565_zps62adc85f.jpeg" />
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Desember 2015

Polres Parepare Amankan Motor Curian

Sumber Foto : Google Image
WARTAKAMPUS, Parepare – Aparat Reskrim Polres Parepare kembali berhasil mengungkap pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor, Senin (7/12/2015).

Pelaku diketahui bernama Imran Jafar(26) warga Jalan Baso Dg Ngerang, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung. Pelaku diketahui setelah beraksi, langsung membawa kabur motor untuk di jual di Kabupaten Enrekang.

Dari penangkapan terhadap Imran, polisi turut menyita 7 motor curian. Yakni Honda Win Trail warna merah dengan lokasi kejadian di Jalan Lasinrang pada bulan Januari 2014, Yamaha Vega warna merah dengan lokasi kejadian di Jl Baso Dg Ngerang pada bulan Maret 2014, Suzuki Smash warna merah hitam di Kantor PU Kota Parepare pada bulan April 2014.

Selain itu, Honda Revo warna hitam dengan lokasi kejadian di Jl Beringin pada bulan Juni 2014, Honda Blade warna hitam yang hilang samping rujab wadanpom pada bulan 6 tahun 2014, Honda Blade warna putih yang hilang di Jl Sawi pad Juli 2014, dan Honda Revo fit warna hitam dengan lokasi kejadian di Jl Kusuma Timur pada bulan Oktober 2014.

Rabu, 02 Desember 2015

Ratusan Mahasiswa UMPAR Bersihkan Pesisir Cempa'e

Sumber Foto : Google Image
WARTAKAMPUS, Parepare -Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar) membersihkan sampah di pesisir pantai cempa'e, Kamis (12/11/2015).

Mereka dari Fakultan Teknik dan Pendidikan Kesehatan (Pikes) tersebut memungut sampah yang selama ini menumpuk dan berserahkan di bibir pantai samping Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cempae.

"Kita memang programkan dalam organisasi kampus untuk aksi sosial dan salah satunya sampah pantai yang selama ini banyak berserahkan dan mengganggu nelayan," ujar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Teknik Umpar, Yanan.

Senin, 30 November 2015

Jumlah Polisi Positif Narkoba Semakin Bertambah

Sumber : Google Image
WARTAKAMPUS, Watampone - Tim dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Senin, 30 November 2015, melakukan tes urine secara mendadak terhadap 376 anggota Kepolisian Resor Bone dan seluruh Kepolisian Sektor di Bone.

Tes urine berlangsung di Aula Markas Polres Bone. Kepala Polres Bone Ajun Komisaris Besar Juliar Kus Nugroho termasuk yang menjalani tes urine, sekaligus memimpin pelaksaan tes urine.

Acara dimulai pukul 08.00 Wita dan berlangsung hingga siang hari. Satu persatu polisi digiring ke kamar mandi untuk mengambil sampel urine, yang kemudian diserahkan kepada anggota Ttim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda. Sejumlah anggota Satuan Brimbob dan Propam mengawasi pelaksaan tes urine yang berlangsung secara tertutup itu. Mereka juga menjaga setiap pintu masuk aula.

Juliar menjelaskan, tes urine itu merupakan kegiatan mendadak yang dilakukan berdasarkan Biddokes Polda. Adapun hasilnya, 5 orang dinyatakan urinenya positif mengandung metamfetamin (narkoba jenis sabu-sabu). “Mereka akan menjalani tes lebih lanjut, termasuk tes darah,” katanya.

Menurut Juliar, tes lebih lanjut dan detail perlu dilakukan guna mendapatkan pembuktian yang akurat apakah mereka benar-benar mengkonsumsi narkoba atau tidak. Bisa saja mereka mengkonsumsi obat lainnya, yang di dalamnya terdapat kandungan metamfetamin. “Tapi kalau memang terbukti mengkonsumsi narkoba, mereka harus menjalani proses hukum untuk mendapatkan sanksi,” ujarnya.

Ketua Tim Pemeriksa Biddokes Polda Sulselbar Komisaris Chaniago mengatakan tes urine dilakukan atas permintaan rahasia Juliar sebagai Kepala Polres Bone. Dalam pelaksanaan tes urine itu Biddokes Polda Sulselbar mengerahkan lima tim. "Tanggung jawab tentang hasil tes urine, sepenuhnya di tangan Kepala Polres Bone,” ucapnya, sembari menambahkan tim juga akan melaporkannya ke Polda.

Pada akhir Agustus 2015 lalu tes urine juga dilakukan di Polres Sidrap, Polres Pinrang dan Polres Parepare. Saat itu sebagai pelaksana adalah tim terpadu dari Bagian Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri. Tim dipimpin oleh Kepala Biro Propam Mabes Polri Brigadir Jenderal Gatot Subroto.

Hasilnya, di Polres Sidrap 11 orang dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi (amphetamine) dan sabu-sabu (metamfetamin). Sedangkan di Polres Parepare lima orang. Adapun di Polres Pinrang juga lima orang. Sehingga secara keseluruhan sebanyak 21 orang.

Namun, sanksi terhadap mereka tergolong ringan. Berdasarkan data yang dihimpun Tempo, lima anggota Polres Parepare hanya dijatuhi sanksi pelanggaran disiplin. Sedangkan lima anggota Polres Pinrang malah diberi kesempatan menjalani rehablitasi. “Karena tidak ada barang bukti, maka direhab terlebih dahulu," kata Kepala Polres Pinrang Ajun Komisaris Besar Adri Irniadi saat dihubungi Tempo melalui telepon selulernya, beberapa waktu lalu.

Kepala Polres Sidrap Ajun Komisaris Besar Anggi N Siregar tak bisa dimintai konfirmasi ihwal sanksi bagi 11 anggotanya. Telepon selulernya tidak diangkat. Pertanyaan yang dikirim Tempo melalui pesan singkat juga tidak direspon.

Wajo, Tiga Rumah Hangus Dilalap Si Jago Merah

Sumber Foto : Arwhien Ab-hel
WARTAKAMPUS, Wajo – Kebakaran hebat terjadi di Desa Kampiri, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (30/11/2015) sekitar pukul 11.00 Wita. Kebakaran di dekat SMPN 1 Pammana itu menghanguskan 3 unit rumah.

Selain Tiga rumah dalam sekejap rata dengan tanah, kobaran si Jago merah juga menghanguskan uang tunai sekitar 115 jt tersimpan rapi di dalam rumah korban (I Mandi & Sennang).

Kebakaran paling parah di rumah H Abbas, yang nyaris habis terbakar. Penyebab kebakaran diduga akibat korslet listrik. Lenni, seorang saksi mata, mengatakan, diduga kebakaran karena korsleting listrik.


Minggu, 29 November 2015

Ciuusss ?!! Sudah Siapkah Parepare Menjadi Kota Industri ?

Sumber : Google Image
WARTAKAMPUS, Parepare - Kawasan Industri Parepare dan Sekitarnya (KIPAS) akan segera dibangun, berjalannya proses dan waktu pengerjaannya, KIPAS itu pun kemudian berubah menjadi KAPET (Kawasan Industri terpadu Parepare.

KAPET di canangkan akan rampung di tahun 2015 ini namun karena berbagai macam kendala akhirnya Pemkot belum mampu memprediksi kembali kapan kiranya KAPET ini akan berjalan sesuai dengan masterplan yang sudah ada.

Salah satu yang menjadi kendala adalah persoalan Lahan, walaupun beberapa korporasi asing sudah mendaftarkan diri untuk berinvestasi di KAPET namun permintaannya untuk Pemkot agar segera menyelesaikan persoalan lahan, karena bagi investor tidak akan mau berinvestasi jikalau persoalan lahan belum jelas.

Yang menjadi pertanyaan berikut ialah, jika nanti KAPET benar-benar dan riil sudah berjalan otomatis ribuan buruh akan bermukim di kota parepare sebagai pekerja upahan di perusahaan-perusahaan atau pabrik-pabrik KAPET, apakah Parepare mampu menjadi Kota yang aman, nyaman dan mensejahterakan baik secara upaha maupun hak-hak normative lainnya bagi seorang buruh atau pekerja upahan.

Belajar dari kota-kota industry besar seperti bekasi, karawang, dan tangerang, tidak betul jika dikatakan bahwa buruh dan non bruh sekalipun masih dibawah garis kemiskinan atau sama sekali tidak menujukkan statistic yang mengarah pada perbaikan-perbaikan sektoral. Seperti halnya pendidikan, kesehatan, bahkan sampai pada partisipasi politik. Justru yang terlihat hanyalah kesenjangan social dan pemukiman kumuh dan tercemari oleh limbah-limbah pabrik asing maupun local.

Berikut kutipan yang sempat kami salin dari sindonews.com :

“Rencana pembangunan kawasan industri terpadu di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), sulit terealisasi tahun ini. Karena masih terkendala ketersediaan lahan.  Sesuai masterplan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Parepare, lahan yang harus disediakan Pemda untuk pembangunan kawasan industri terpadu, seluas 50 hektare (ha).  Namun, hingga tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare baru bisa membebaskan sekitar 35 ha lahan dan kekurangannya masih cukup banyak yakni 15 ha.  Ketua Kapet Parepare, Bonggo Sodding mengatakan, jika proses pengadaan lahan tidak rampung, dipastikan proyek pembangunan kawasan industri terpadu ini akan terkatung-katung. Karena, kata dia, investor tidak akan berani masuk jika ketersediaan lahan tidak jelas. "Kami minta Pemkot Parepare secepatnya menuntaskan pengadaan lahan," jelasnya. Bonggo mengatakan, jika kawasan industri terpadu tersebut jalan, akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Parepare dan kabupaten di sekitarnya.  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Parepare, Zahrial mengakui, proses pembebasan lahan untuk kawasan industri terpadu itu cukup sulit. Menurut Zahrial, penyebabnya karena warga pemilik lahan belum mau melepas tanahnya untuk dibangun kawasan pergudangan. "Ini yang sedang kami cari solusinya," ucapnya. Dia berjanji, dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali membahas soal kesiapan lahan tersebut dengan pihak-pihak terkait. "Tetap akan diupayakan," pungkasnya”.

Dengan KIPAS, Parepare Siap Menjadi Salah-satu Kota Industri

Sumber : Google Image
WARTAKAMPUS, Parepare – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare maju selangkah dalam pemanfaatan Kawasan Industri Parepare dan Sekitarnya (KIPAS). Pemkot berencana membangun jalan yang menghubungkan kawasan yang berlokasi di jalan poros Parepare-Sidrap tersebut dengan kawasan pelabuhan.
 

Keberadaan jalan ini dinilai penting guna menghidupkan KIPAS yang saat mulai dilirik sejumlah investor nasional dan internasional. Dikabarkan, perusahaan otomotif terbesar dunia, Toyota Motor Cooporation Jepang akan membangun pabrik toyota di kawasan tersebut.
 

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, mengaskan, pembangunan akses jalan yang menghubungkan kawasan pelabuhan Parepare dengan kawasan industri penting, guna lebih mengakselarasi perekonomian di daerah ini.
 

Penegasan ini disampaikan Taufan, di sela-sela peringatan HUT Kota Parepare di halaman rujab Wali Kota Parepare, Senin, 17 Maret. Acara ini dihadiri Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan tamu penting lainnya.
 

Taufan mengungkap, pemerintah daerah juga tengah merancang pembangunan jalan yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, seperti pasar dan kawasan pergudangan.
 

Untuk itu, di tahun 2014 ini Pemkot kata dia, telah memprogramkan pembangunan jalan beton Mattirotasi sepanjang 900 metermelengkapi pembangunan jalan beton tahun 2013 lalu sepanjang dua kilo meter.
 

Pemda ujar Taufan, juga akan melanjutkan pembangunan akses jalan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) ke perbatasan Kabupaten Pinrang sepanjang 200 meter. Jalan ini kelak akan menjadi penghubung kawasan pelabuhan dengan KIPAS.
 

Untuk pembangunan jalan perbatasan Pinrang ke kawasan industri diprediksi mencapai empat kilo meter, dengan anggaran bersumbe dari APBD Kota Parepare.
 

Taufan menjelaskan, keberadaan KIPAS penting guna mendukung letak dan fungsi Kota Parepare sebagai sentra pengembangan ekonomi kawasan, serta memperkuat koridor ekonomi di bagian utara Provinsi Sulawesi Selatan.
 

Ia berharap, ke depan Parepare tidak hanya menjadi tempat pengapalan berbagai komoditas daerah tetangga, tetapi menjadi industri hilir yang mengolah hasil-hasil produksi pertanian dan perkebunan daerah tetangga menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan menjadi produk unggulan Sulawesi Selatan.
 

Kawasan industri terbesar kedua di Sulsel setelah KIMA Makassar saat ini mendapat perhatian serius dari Presiden Direktur Toyota Motor Cooporation Jepang.
 

Beberapa waktu lalu,  orang nomor satu perusahaan yang berpusat di Kota Aichi Jepang ini melakukan kunjungan langsung ke KIPAS. Rencananya, Toyota akan membangun pabrik galangan kapal di Kota Parepare.
 

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang menghadiri peringatan HUT Kota Parepare, menjelaskan, posisi Kota Parepare yang strategis bisa meng-energizer perekonomian Sulawesi Selatan.
 

Ia memuji pertumbuhan ekonomi  Parepare yang dinilainya cukup pesat dan surprise karena mampu menembus angka 8 persen pada tahun 2013 lalu. Pada kesempatan ini, Syahrul meresmikan Pasar Modern Lakessi, Masjid Agung dan Rumah Potong Hewan, dengan nilai anggaran mencapai 100 miliar lebih.